Tahun Baru Islam 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, Muharram merupakan momentum refleksi diri, memperbarui niat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. Salah satu tradisi yang sangat lekat dengan bulan ini di Indonesia adalah peringatan Lebaran Anak Yatim pada tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura.
Muharram, Bulan Mulia dalam Islam
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Kehadiran bulan ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir serta menyusun tekad untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak pada tahun yang baru.
Dalam tradisi Islam, Muharram juga identik dengan berbagai amalan kebajikan, seperti puasa sunnah Tasu'a dan Asyura, memperbanyak sedekah, serta memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW menjadi inspirasi agar setiap Muslim mampu berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Mengapa Muharram Identik dengan Anak Yatim?
Di Indonesia, Muharram sering disebut sebagai bulan anak yatim. Berbagai lembaga keagamaan, masjid, pondok pesantren, dan organisasi masyarakat Islam rutin menggelar santunan anak yatim pada bulan ini, terutama pada tanggal 10 Muharram. Tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya keislaman Nusantara.
Salah satu tradisi yang berkembang di masyarakat adalah menyantuni anak yatim dan mengusap kepala mereka sebagai bentuk kasih sayang. Tradisi ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua.
Berbagai pondok pesantren di Indonesia juga menjadikan momentum Muharram sebagai sarana pendidikan sosial. Melalui kegiatan santunan, para santri diajarkan nilai empati, berbagi rezeki, dan menghormati anak-anak yatim sebagai bagian dari ajaran Islam yang luhur.
Lebaran Anak Yatim pada 10 Muharram
Tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura dikenal luas di masyarakat Indonesia sebagai Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama. Istilah ini bukan berarti hari raya yang setara dengan Idul Fitri atau Idul Adha, melainkan ungkapan budaya yang menggambarkan kegembiraan anak-anak yatim ketika menerima perhatian, santunan, dan kasih sayang dari masyarakat.
Pada hari tersebut, banyak lembaga Islam mengadakan doa bersama, pemberian santunan, pembagian paket kebutuhan pokok, hingga kegiatan rekreasi dan pendidikan bagi anak yatim. Tradisi ini menjadi sarana untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus memastikan bahwa mereka tidak merasa sendiri dalam menjalani kehidupan.
Bahkan organisasi Nahdlatul Ulama melalui berbagai badan otonomnya secara rutin menggelar peringatan Lebaran Anak Yatim setiap 10 Muharram sebagai bagian dari gerakan sosial keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Meneladani Nilai Kasih Sayang
Muharram mengajarkan bahwa kesalehan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak yatim. Rasulullah SAW memberikan perhatian besar kepada mereka dan mendorong umatnya untuk memperlakukan anak yatim dengan penuh kasih sayang.
Karena itu, peringatan Tahun Baru Islam dan Lebaran Anak Yatim semestinya menjadi momentum untuk memperkuat dua dimensi sekaligus: hubungan vertikal kepada Allah SWT melalui peningkatan ibadah, serta hubungan horizontal dengan sesama manusia melalui kepedulian sosial dan semangat berbagi.
Dengan demikian, Muharram tidak hanya menjadi awal tahun dalam kalender Islam, tetapi juga awal bagi lahirnya pribadi-pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.
UPZISNU Al-Falah bersama Takmir dan Remas berharap semangat gotong royong serta kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan bersama.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening BSI 7340 7098 98 atas nama YATIM DHUAFA AL FALAH. Panitia mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim pada momentum Muharam 1448 H.
Masyarakat juga bisa scan barcode donasi di bawah ini:
