Pengurus Remaja dan Muslimat Masjid Besar Al-Falah Kencong Dilantik untuk Periode 2025-2028
Berita

Pengurus Remaja dan Muslimat Masjid Besar Al-Falah Kencong Dilantik untuk Periode 2025-2028

03 January 2026 • M. Ilham Fikron

Kencong, Jember – Pengurus Remaja Masjid (Remas) dan Muslimat Masjid Besar Al-Falah Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, resmi dilantik untuk masa khidmat 2025-2028. Acara pelantikan berlangsung di teras masjid pada Rabu (31/12/2025) malam, pukul 19.30 WIB, bertepatan dengan malam pergantian tahun baru 2026, dan dihadiri seluruh jajaran kepengurusan takmir masjid.

Acara dibuka oleh H. Subari, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengurus Remas dan Muslimat oleh Sekretaris Takmir, Mohammad Dasuki, M.Pd.

Selanjutnya pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Takmir Masjid Al-Falah Kencong, Drs. H. Misbahul Munir, M.Hi. Dalam sumpah pelantikan, beliau menyatakan,

"Saya sebagai ketua takmir masjid Al-Falah Kencong melantik saudara dan saudari menjadi remaja dan muslimat masjid. Semoga Allah senantiasa memberkahi dan merahmati. Amin."

Perwakilan pengurus terlantik, Ust. Rofii, menyampaikan sambutan. "Dengan bacaan basmalah, kami mewakili remaja masjid dan muslimat insyaallah akan menjalankan amanah dan tugas sebaik mungkin. Kami mohon doa dan dukungannya agar kami bisa menjalani tugas dengan maksimal," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh remaja dan muslimat untuk menata niat dalam berkhidmat, agar menghasilkan perilaku dan semangat yang baik, serta berharap khidmat tersebut dicatat sebagai amal baik oleh Allah SWT.

Arahan dan pembinaan disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Takmir Masjid, KH. Khoirzad Maddah. Beliau menekankan pentingnya menyambut malam tahun baru di masjid sebagai hal luar biasa. 

"Masjid tidak sempurna jika hanya diisi oleh orang tua, ke depan harus melibatkan anak muda untuk meramaikan rumah Allah," katanya.

KH. Khoirzad juga mendorong kreativitas pemuda dengan memanfaatkan teknologi agar dampak masjid dirasakan lebih luas. Untuk muslimat, beliau mengusulkan inisiasi kajian fikih perempuan. Ia juga menyoroti tantangan masjid saat ini, tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjawab kebutuhan sosial masyarakat.

"Tugas mulia ini harus dibuktikan dengan program kerja nyata, jalin komunikasi baik, dan jika perlu libatkan profesional atau studi banding ke masjid lain," tambahnya.

Acara ditutup dengan doa, dilanjutkan musafahah dan ucapan selamat dari takmir masjid kepada pengurus baru, disertai harapan sukses dalam mengabdi.